Selamat Datang di Situs BESS Finance
Melayani dengan sepenuh hati
Prestasi kami untuk pengabdian lebih baik
Pembiayaan sepeda motor bekas dengan proses yang mudah & cepat
Pembiayaan berbagai merek mobil bekas dengan angsuran yang ringan
Info lebih lanjut (disini)
Penghargaan

 

#
#
#
#

Pembiayaan Kendaraan Bermotor Bakal Terkoreksi 50%

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Wiwie Kurnia mengatakan, tujuan regulator dalam menerapkan aturan penentuan minimal uang muka (Down Payment/DP) sebagai upaya untuk menyehatkan industri multifinance. Akan tetapi, menurut dia, timing nya kurang tepat karena berdekatan dengan rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tarif dasar listrik (TDL).

“Aturan baru mengenai uang muka tersebut berpotensi menggerus kinerja penyaluran pembiayaan industri multifinance untuk sepeda motor sekitar 30-50%. Sedangkan untuk pembiayaan roda empat bisa terkoreksi sampai 30%”, jelas dia kepada Investor Daily di Jakarta (Jumat (16/3).

Kementerian Keuangan pada 15 Maret 2012 menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 43/PMK.010/2012 tentang Uang Muka Pembiayaan Konsumen untuk Kendaraan Bermotor pada Perusahaan Pembiayaan. Pemerintah menetapkan uang muka pembiayaan yang disalurkan perusahaan multifinance untuk sepeda motor roda dua minimal 20%, roda empat produktif minimal 20%, dan roda empat tidak produktif minimal 25%.

Pada waktu bersamaan, Bank Indonesia (BI) juga mengatur agunan untuk kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan uang muka untuk kredit kendaraan bermotor (KKB), melalui Surat Edaran (SE) BI Nomor 14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012 tentang Penerapan Manajemen Risiko pada bank yang melakukan pemberian KPR dan KKB.

Bank Sentral menetapkan rasio kredit terhadap agunan (loan to value/LTV) maksimal 70% untuk KPR. Sedangkan untuk uang muka (down payment/DP) bagi KKB, BI menetapkan minimal 25% untuk roda dua, minimal 30% roda empat, dan minimal 20% untuk roda empat atau lebih yang digunakan bagi keperluan produktif.

Menurut Wiwie, target pembiayaan industri yang ditetapkan APPI tahun ini sekitar 20-25% juga berpotensi menurun, karena adanya aturan DP tersebut. “Namun saya masih optimistis, pertumbuhan industri pembiayaan tahun 2012 masih akan menunjukkan hasil yang positif”, yakin dia.

Dengan potensi terkoreksinya penyaluran pembiayaan, ujar Wiwie, APPI dan para pelaku industri multifinance segera melakukan kajian atas aturan baru tersebut.

Secara terpisah, Deputy Director PT BCA Finance KA Wibowo mengaku, belum bisa memprediksi dampak pemberlakuan aturan uang muka baru tersebut terhadap kinerja pembiayaan perseroan. Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk mengikuti aturan tersebut. Dengan kenaikan DP tersebut, daya beli masyarakat otomati s akan berkurang.

Menurut Wibowo, respons pertama perusahaan-perusahaan multifinance terkait ketentuan baru tersebut dengan menaikkan suku bunga pembiayaan kendaraan bermotor. Meski demikian, dia belum tahu rata-rata kenaikan suku bunga tersebut. “Di BCA Finance, kami bukannya tidak memikirkan kenaikan suku bunga. Akan tetapi, saat ini terlalu dini untuk menyebutkannya”, kata dia.

Tahun 2011, pertumbuhan pembiayaan industri multifinance rata-rata 20-25%. Berdasarkan data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), total pembiayaan tahun 2011 sebesar Rp 245,29 triliun (un-audited) tumbuh 31,62% dibandingkan di akhir tahun 2010 senilai Rp 186,35 triliun.

Copyright © 2013 PT Bentara Sinergies Multifinance. All Rights Reserved
Please use latest version Mozilla Firefox or Google Chrome.